Minggu, 18 November 2012

Wakil Presiden Datang…



Kami berjejer di bibir jalan raya menunggu Pak Boediono
Udah berhari-hari aku tes mid semester. Itu artinya aku pulang lebih cepat dari biasanya.
Jam 11.00  udah pulang..asyik kan bisa santai di rumah.

Ya, biasanya setiap hari aku berangkat sebelum jam 7.00. aku harus shalat dhuha berjamaah dulu di masjid depan sekolah, ikut kultum, baru masuk kelas untuk pelajaran.

dan keluar kelas jam 15.00. biasanya sih  jam 14.00 kalau sedang nggak ada ekskul tambahan di sekolah.
Seperti biasa juga kalau mama harus jemput aku di sekolah. Tapi begitu bubar dari ruang kelas, aku dan teman-teman nggak bisa langsung pulang.

Kami diajak uztad (itu panggilan untuk pak guru) menyambut wakil Presiden Indonesia. Namanya pak Boediono yang datang ke kampus Undip untuk menghadiri wisuda atau apa gitu. Aku lupa.

Nah, kebetulan kan sekolahku dekat dengan kampus. Cuman jalan kaki sebentar aja udah sampai di kampus. Kadang aku juga olah raga di sekitar gedungnya. Sekolahku juga berada di jalan utama menuju kampus.

Kamis, 25 Oktober 2012

Ma, Aku terjangkiti Demam Jajan



Ini juga salah satu jajanku
Sejak aku masih kecil, mama selalu membiasakan untuk menyediakan makanan kecil di rumah. Apapun makanan bahkan sampai es krim pun di sediakan di kulkas. Aku tinggal mengambil apa yang aku inginkan.
Pengin camilan tinggal buka kulkas atau almari di dekat meja makan. Mama itu juga suka menyimpan makanan di kulkas. Tapi makanan yang masih terbungkus. Jadi nggak membaui kulkas seperti yang sering dibilang mbah.

“Jangan memasukkan sembarang makanan di kulkas. Nanti bisa bau,” begitu kata mbah. Padahal di dalam kulkas udah diberi obt anti bau oleh tante.

Atau mungkin aja itu jadi alasan mbah biar semua makanan nggak dimasukkan ke kulkas, hehe.

Ya, saking biasanya mama menyediakan kebutuhanku untuk yang satu itu. Aku bisa dikatakan nggak pernah jajan.

Aku ingat ketika sering diajak mbah pergi ke warung kelontong dekat rumah. Ketika ditawari makanan, permen, bahkan es. Kepalaku selalu menggeleng.

“Nggak. Mama udah beliin.” Atau “Nggak, di rumah udah ada.”

Kebiasaan itu sampai aku sekolah. Bahkan sampai duduk di bangku Sekolah Dasar.
Karena itu juga aku nggak mengenal uang seperti teman-teman sebayaku. Aku juga tidak biassa ke warung sendirian untuk beli jajan. Aku nggak suka pegang uang. Bahkan aku pernah memasukkan uang mamaku di tempat sampah, hihii.