Sudah menjadi bagian dari agenda rutin di sekolah
Don adalah field trip atau kunjungan ke luar sekolah. Nah, kali ini anak kelas
3 sampai kelas 6 diajak berkunjung ke
dua tempat sekaligus. Ke pabrik jamu Nyonya Meneer dan Masjid Agung.
Di sana setiap siswa diminta melakukan observasi
lapangan dan membuat laporan yang dikumpulkan tiga hari kemudian. Diketik dari
notebook mama.
Cerita ini ditulis Don dengan bantuan mama. Maksudnya, mama membantu
menuliskan (capek katanya nulis banyak). Sedangkan semua cerita dari Don
Pengin tahu bagaimana laporan Don? Baca dech...dan
nikmati perjalanan bersama Don
Don Manik
Kelas : 3
Sekolah : SD Islam P. Diponegoro
Pengalamanku berkunjung ke PT. Nyonya Meneer dan
Masjid Agung.
Hari rabu aku
berangkat sekolah diantar mama. Aku mau
pergi berkunjung ke PT. Nyonya Meneer
dan Masjid Agung bersama teman-teman.
Kami naik bus
ramai-ramai. Aku duduk dengan Hilmy
teman sekelasku. Menuju jalan Kaligawe lewat jalan tol.
Sampai di PT.
Nyonya Meneer anak perempuan diajak ke
museum jamu duluan, diajak memakai bedak dingin di jidat dan melihat
bahan-bahan untuk membuat jamu. Anak laki-laki diajak mencoba jamu yang diseduh
dengan air panas. Rasanya pedas dan panas. Anak perempuan selesai, gantian
dengan anak laki-laki.
Di museum ada
patung perempuan sedang menumbuk bahan-bahan untuk jamu. Ada patung sedang
mengolah jamu. Ada juga patung nyonya Meneer. Nama aslinya Long Yang Pia. Dia
orang China yang menikah dengan orang Semarang. Dia membuat jamu untuk suaminya
yang sakit, dan sembuh setelah minum jamu. Banyak yang pesan jamu sama dia. Terus
dia punya usaha bikin jamu. Sekarang yang punya pabriknya orang lain.
Habis itu, orang
yang bantu perusahaannya itu memberi pertanyaan kepada teman-teman. Yang bisa
jawab dapat satu minyak kayu putih. Temanku bisa menjawab satu, namanya Ibnu.
Terus dia menjawab lagi. Terus dapat dua minyak kayu putih deh.
Kami dikasih jamu
yang strong untuk sakit kepala dan hidung. Buat mama di rumah.
Terus kami semua
melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung lewat jalan Majapahit. Perjalanan agak
lama. Sampai di masjid Agung, aku dan teman-teman harus menunggu bus yang lain
karena aku dan teman-teman lewat jalan pintas. Yang lainnya lewat jalan tol.
Habis datang kami
diajak naik tower. Kami naik lift sampai ke lantai 19. Ada kelas 2 membawa koin
500 kuning untuk meneropong. Terus ada yang berebutan teropong. Padahal tidak
membawa koin. Aku dan temanku membawa bekal dan dibagi ke pak guru. Kami makan
ramai-ramai di atas. Ada 2 temanku yang melanggar peraturan ustad padahal udah diingatin tidak boleh
menyobek kertas. Mereka disuruh ganti rugi
lima ribu. Mereka tidak tahu.Terus ustad nyuruh aku ngasih tahu.
Kami turun ke
lantai tiga lihat museum. Disana ada bioskopnya. Cuman sebentar. Terus melihat-lihat
turun ke lantai dua. Ada kapal nelayan tapi cuman depannya saja. Belakangnya
tidak ada. Ada pasir pantai yang tersisa. Lalu turun ke bawah menuju ke masjid.
Sampai di masjid sepatuku ku copot, aku langsung lari ke dalam masjid. Sampai
di dalam masjid, aku lihat kakiku
melepuh karena panas.
Lalu ada kelas 2
yang nangis karena kepanasan. Terus aku pakai kaos kaki turun ke bawah wudlu
untuk shalat. Sampai di dalam masjid aku melihat Al-Quran raksasa di tulisnya 2
tahun 3 bulan. Terus bedugnya itu besar banget. Aku ingatnya bedugnya warnanya
hijau.
Aku shalat
berjamaah dengan teman-teman. Sehabis shalat aku keluar dari masjid untuk
pulang. Kakiku tidak kepanasan karena aku pakai kaos kaki. Jadi aku tidak lari.
Adik kelas 1 dan 2 aku melihat dia kakinya melepuh.
Kami pulang naik
bus. Di bus dapat makanan katering ayam dan nasi. Kami makan bersama di dalam
bus. Terus sampai sekolahan aku nunggu mama menjemput. Terus mama datang. Kami
pulang ke rumah naik motor. Aku senang sekali.
Selesai.
sayangnya nggak boleh bawa kamera. Mama juga nggak boleh ikut. Jadi nggak ada fotonya..hiiiks
3 komentar:
Hahhahaha Don .. pinter nulis juga ya kayak mamanya .. semangat dan sukses ... besok bawa kamera pengintai aja, ada kok yang di boneka Barbie atau di sebuah jam tangan heheh harganya 30 euroan ...
Wah Don kayak mama pinter nulis. Besok lagi bawa kamera pengintai dari boneka barbie atau dari jam tangan harganya 30 euroan kalau gak salah ehheheh ... salam jeprettt ...
thanks ya tantee...
tapi tu ngetiknya gantian dengan mama
baru sekali tu mau bikin laporan field trip
biasane emooh..emohh..hihiii
Posting Komentar