Sabtu, 15 Oktober 2011

Ikut Field Trip yuuuk


Sudah menjadi bagian dari agenda rutin di sekolah Don adalah field trip atau kunjungan ke luar sekolah. Nah, kali ini anak kelas 3 sampai kelas 6  diajak berkunjung ke dua tempat sekaligus. Ke pabrik jamu Nyonya Meneer dan Masjid Agung.
Di sana setiap siswa diminta melakukan observasi lapangan dan membuat laporan yang dikumpulkan tiga hari kemudian. Diketik dari notebook mama.
Cerita ini ditulis Don dengan bantuan mama. Maksudnya, mama membantu
menuliskan (capek katanya nulis banyak). Sedangkan semua cerita dari Don

Pengin tahu bagaimana laporan Don? Baca dech...dan nikmati perjalanan bersama Don


Don Manik
Kelas : 3
Sekolah : SD Islam P. Diponegoro

Pengalamanku berkunjung ke PT. Nyonya Meneer dan Masjid Agung.

Hari rabu aku berangkat sekolah diantar mama.  Aku mau pergi  berkunjung ke PT. Nyonya Meneer dan Masjid Agung  bersama teman-teman.
Kami naik bus ramai-ramai. Aku  duduk dengan  Hilmy  teman sekelasku. Menuju jalan Kaligawe lewat jalan tol.

Sampai di PT. Nyonya Meneer  anak perempuan diajak ke museum jamu duluan, diajak memakai bedak dingin di jidat dan melihat bahan-bahan untuk membuat jamu. Anak laki-laki diajak mencoba jamu yang diseduh dengan air panas. Rasanya pedas dan panas. Anak perempuan selesai, gantian dengan anak laki-laki.

Di museum ada patung perempuan sedang menumbuk bahan-bahan untuk jamu. Ada patung sedang mengolah jamu. Ada juga patung nyonya Meneer. Nama aslinya Long Yang Pia. Dia orang China yang menikah dengan orang Semarang. Dia membuat jamu untuk suaminya yang sakit, dan sembuh setelah minum jamu. Banyak yang pesan jamu sama dia. Terus dia punya usaha bikin jamu. Sekarang yang punya pabriknya orang lain.
Habis itu, orang yang bantu perusahaannya itu memberi pertanyaan kepada teman-teman. Yang bisa jawab dapat satu minyak kayu putih. Temanku bisa menjawab satu, namanya Ibnu. Terus dia menjawab lagi. Terus dapat dua minyak kayu putih deh.
Kami dikasih jamu yang strong untuk sakit kepala dan hidung. Buat mama di rumah.

Terus kami semua melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung lewat jalan Majapahit. Perjalanan agak lama. Sampai di masjid Agung, aku dan teman-teman harus menunggu bus yang lain karena aku dan teman-teman lewat jalan pintas. Yang lainnya lewat jalan tol.

Habis datang kami diajak naik tower. Kami naik lift sampai ke lantai 19. Ada kelas 2 membawa koin 500 kuning untuk meneropong. Terus ada yang berebutan teropong. Padahal tidak membawa koin. Aku dan temanku membawa bekal dan dibagi ke pak guru. Kami makan ramai-ramai di atas. Ada 2 temanku yang melanggar peraturan  ustad padahal udah diingatin tidak boleh menyobek kertas. Mereka disuruh ganti rugi  lima ribu. Mereka tidak tahu.Terus ustad nyuruh aku ngasih tahu.

Kami turun ke lantai tiga lihat museum. Disana ada bioskopnya. Cuman sebentar. Terus melihat-lihat turun ke lantai dua. Ada kapal nelayan tapi cuman depannya saja. Belakangnya tidak ada. Ada pasir pantai yang tersisa. Lalu turun ke bawah menuju ke masjid. Sampai di masjid sepatuku ku copot, aku langsung lari ke dalam masjid. Sampai di dalam masjid,  aku lihat kakiku melepuh karena panas.

Lalu ada kelas 2 yang nangis karena kepanasan. Terus aku pakai kaos kaki turun ke bawah wudlu untuk shalat. Sampai di dalam masjid aku melihat Al-Quran raksasa di tulisnya 2 tahun 3 bulan. Terus bedugnya itu besar banget. Aku ingatnya bedugnya warnanya hijau.

Aku shalat berjamaah dengan teman-teman. Sehabis shalat aku keluar dari masjid untuk pulang. Kakiku tidak kepanasan karena aku pakai kaos kaki. Jadi aku tidak lari. Adik kelas 1 dan 2 aku melihat dia kakinya melepuh.

Kami pulang naik bus. Di bus dapat makanan katering ayam dan nasi. Kami makan bersama di dalam bus. Terus sampai sekolahan aku nunggu mama menjemput. Terus mama datang. Kami pulang ke rumah naik motor. Aku senang sekali.

Selesai.

sayangnya nggak boleh bawa kamera. Mama juga nggak boleh ikut. Jadi nggak ada fotonya..hiiiks

3 komentar:

Gaganawati mengatakan...

Hahhahaha Don .. pinter nulis juga ya kayak mamanya .. semangat dan sukses ... besok bawa kamera pengintai aja, ada kok yang di boneka Barbie atau di sebuah jam tangan heheh harganya 30 euroan ...

Gaganawati mengatakan...

Wah Don kayak mama pinter nulis. Besok lagi bawa kamera pengintai dari boneka barbie atau dari jam tangan harganya 30 euroan kalau gak salah ehheheh ... salam jeprettt ...

noni arnee mengatakan...

thanks ya tantee...
tapi tu ngetiknya gantian dengan mama
baru sekali tu mau bikin laporan field trip
biasane emooh..emohh..hihiii